BY FITRI JULIANA
Pertama kali gue menginjakan kaki di Turkey ketika Summer 2017. Kesan pertama ketika gue sampai adalah surganya lelaki tampan dan cewek cantik. Mata gue bener-bener dimanjakan oleh pemandangan kerumunan orang yang notabene berparas campuran eropa dan arab. Siapa yang gak bakal naksir sama cowok Turkey kalau semua bentuk rupa nya kayak gini, begitupun gue. Bahkan gue sempet ketemu tukang kerang hijau (ijo) yang gantengnya bisa bikin lu inget sama aktor dari sinetron ELIFE.
Banyak hal yang bikin gue gak pernah bosen kalau ngomongin soal Turkey, dari mulai banyaknya tempat wisata, banyaknya cowok tampan sejagat raya, dan banyaknya masjib unik yang sayang kalau dilewatkan. Gue selalu sempetin untuk shalat di masjid yang berbeda setiap hari.
Suatu hari gue janjian sama temen gue orang asli Indonesia yang udah lama tinggal di Turkey. Kita jalan-jalan ke daerah Sultan Ahmet karena ini tempat paling populer di Istanbul, masjid yang paling terkenal di sini adalah Masjid Sultan Ahmet atau kita biasa menyebutnya Blue Mosque, hebatnya masjid ini telah dibangun sejak tahun 1616 M dengan kapasitas 10.000 orang. Bentuk arsitekturnya sangat bagus dan dari belakang kita bisa melihat pemandangan laut Bhosporus yang memisahkan Benua Eropa dan Benua Asia. Gue berkesempatan untuk shalat di sana sambil melihat-lihat betapa megahnya bangunan tua yang masih sangat terpelihara ini. Tiba-tiba gue mikir, coba kalau di Indonesia semua masjid di rancang kayak masjid di Turkey, mungkin masjid gak akan sepi.*Ngimpi.
Ketika itu juga gue sempet ngobrol panjang lebar perihal peradaban islam di Turkey. Satu hal yang baru gue tahu kalau Turkey menganut sistem sekuler, dimana pemerintah tidak ikut campur dengan masalah pribadi seperti agama kepada warganya, oleh karena itu banyak orang-orang Turkey yang beragama islam tapi tidak menjalankan shalat lima waktu (mungkin di Indonesia juga banyak), karena menurut mereka itu bukan hal yang harus di paksakan, disitu gue berfikir dan sedikit merenung, pemerintah mereka sudah membangun negara islam terbesar, semua bentuk arsitektur bermuatan islami, tapi sayang orang-orangnya tidak seperti itu, itu yang gue denger dari temen gue. Bahkan gue inget ketika temen gue bilang"kalau mau cari suami orang Turkey, harus tanya dulu, shalat lima waktu gak?", gue lantas tersenyum kecut. Gue pun bukan perempuan sholehah, gue pun kadang telat shalat atau kesiangan saat subuh. Tapi setidaknya gue tau kalau shalat itu wajib, gak ada alesan untuk ninggalin. Tapi disini semua bebas, mungkin karena mereka lebih memilih budaya barat sebagai acuan hidup mereka. Tapi salah satu temen Turkey gue bilang, gak semua orang Turkey itu sekuler, banyak juga yang masih stay on the track, shalat lima waktu dll.
Terlepas dari semua hal itu, Turkey masih tetap jadi negara favorit gue. Dan ini adalah kali kedua gue menginjakan kaki di Turkey, gue pilih Winter karena satu hal "mau main salju". Semua temen Turkey gue selalu tanya kenapa dateng ke Turkey pas lagi dingin-dinginnya :D . Gue rasa semua cewek tropis pasti setuju sama reason gue.
Kali ini Turkey terlihat sangat jauh berbeda, udara dingin, lelaki tampan (di sebelah gue) dan pemandangan indah, semua komplit bikin trip gue makin bermakna :D
No comments:
Post a Comment